Jumat, 18 November 2011

Memulai awal tahun 2011, apple berencana segera mengembangkan televisi dan layar yang menghasilkan gambar hologram tanpa perlu kacamata khusus. Teknologi ini terungkap terkait dengan paten terbaru.
           Sebuah paten Apple terbaru mengungkapkan bahwa perusahaan yang memproduksi iPod dan iPhone ini sedang bekerja untuk menciptakan layar yang mampu menghasilkan gambar tiga dimensi dan hologram tanpa kaca mata. Teknologi ini akan memberikan pengalaman yang lebih realistik kepada pengguna.

Paten Apple itu mengklaim bahwa teknologi itu akan menciptakan gambar yang muncul secara hologram dan memiliki kemampuan melacak gerakan mata khalayak.
Teknologi TV hologram ini merupakan aspek yang luar biasa dari penemuan karena menghasilkan pengalaman virtual yang tidak bisa dibedakan dari melihat gambar hologram sebenarnya.
Televisi tiga dimensi akan menjadi tren teknologi terbaru 2011 setelah para produsen siap meluncurkan televisi 3D dan pemutar blu-ray.

TV Hologram Pengembangan & Kemajuan
Sementara dalam tahap awal pengembangan, TV holografik adalah teknologi yang sedang mendapat perhatian serius dari perusahaan teknologi Jepang, dari mereka berharap untuk memiliki teknologi memukul pasar konsumen pada tahun 2020.
Pada tahun 2008, para peneliti di University of Arizona mampu mengembangkan teknologi terobosan: pembuatan sebuah tampilan 3D diupdate. Sementara ini menampilkan tertentu hanya dapat diperbarui setelah beberapa menit, sekarang ada harapan bahwa hal itu dapat lebih dikembangkan untuk akhirnya memenuhi kebutuhan memperbarui gambar yang beberapa kali per detik - suatu prestasi yang akan dibutuhkan untuk TV holografik.
Ada teknologi yang sedang berkembang sangat sedikit hari ini yang telah mengembangkan peralatan yang berasal dari 'dekat' dengan visi yang benar dari TV hologram. Di antara mereka adalah: 

  • Cheoptics360. Dikembangkan oleh Videa, Cheoptics360 adalah teknologi yang menggunakan empat proyektor hologram untuk memproyeksikan citra outbound. Hal ini dapat dilihat dari semua sudut, dan memiliki kontras yang mengejutkan baik. Hal ini dianggap sebagai upaya yang paling canggih untuk menciptakan citra TV benar holografik.
  • Claro Holographic TV. Anda mungkin pernah mendengar tentang Claro, tetapi usaha mereka di TV layar holografik awal telah dikenal sebagai sebuah terobosan di lapangan. Ini menampilkan gambar melalui proyektor hologram melalui kaca transparan. Meskipun tidak benar-benar "hologram," itu sebagai dekat dengan 3D TV seperti yang terlihat sejauh ini.
  • UberCoolHome Uber-Grafik. Sedikit informasi tidak dapat ditemukan pada hologram televisi semi. Hanya 100 dari mereka dibuat, dan satu terkenal karena yang dijual di eBay untuk tawaran mulai lebih dari $ 10.400.
 
Bagaimana Cara Kerja TV Hologram?
Tak banyak informasi hipotesa bagaimana sebuah televisi holografik akan bekerja, tetapi ide-ide awal ini mengisyaratkan pada sebuah "layar" atau selembar kaca atau plastik di mana sebuah proyektor hologram akan menarik gambar melalui. Saat ini, diperkirakan untuk akhirnya menyediakan 3D mengambang "virtual reality" tampilan gambar film, di mana gambar dan komponennya dapat dilihat dari semua sudut, terlepas dari mana anda berdiri dalam kaitannya dengan proyeksi. 
 




 








Sumber: www.meditri.blogspot.com

Rabu, 16 November 2011

Teknologi TV Hologram

          Tentunya suatu hal biasa apabila kita duduk di depan TV untuk mencari hiburan. Namun yang biasanya kita menonton dari layar kaca standar, sekarang kita bisa melihat segala aktivitas yang ada di dalam televisi tersebut hadir nyata di tengah-tengah ruangan.
        Ini bukan sekedar khayalan semata seperti yang ada di dalam film. Baru-baru ini sebuah perusahaan yang memproduksi iPod dan iPone yang kita kenal dengan nama Apple telah mengeluarkan paten terbaru mengenai teknologi TV Hologram. Perusahaan ini sedang bekerja untuk menciptakan layar yang mampu menghasilkan gambar tiga dimensi dan hologram tanpa kaca mata. Paten Apple tersebut mengklaim teknologi ini menciptakan gambar yang muncul secara hologram dan memiliki kemampuan melacak gerakan mata khalayak karena mengusung sistem pseudo-hologram.
        Teknologi TV hologram ini dapat menciptakan gambar yang dapat dilihat dari segala arah atau dapat disaksikan dari sudut 360 derajat. Seandainya nanti diproyeksikan gambar gedung, penonton yang berada di bagian sisi belakang gedung dapat melihat sisi belakang dari gedung tersebut. Tantangan terbesar untuk menciptakan TV Hologram 3D ini ialah bagaimana menampilkan image yang dapat berubah-ubah setiap detik.
       Jauh sebelum paten Apple keluar, pengembangan televisi Hologram telah dimulai sejak lama. Uber Cool Home telah memproduksi televisi semihologram bernama UberCool Home Uber-Graph. Televisi ini tidak benar-benar hologram, sebab efek 3D dihasilkan dari proyeksi cahaya yang menembus layar transparan berbahan kaca.
        Selain itu ada pula Claro Holographic TV yang mirip UberCool Home Uber Graph. Televisi tersebut juga tidak sungguh-sungguh hologram, karena berlabel holographic TV. Teknologi holoscreen memberikan efek 3D yang diproyeksikan ke layar transparan yang menggelantung di antara sepasang speaker berbahan kaca. Televisi ini mengharuskan penonton untuk berada di depan layar agar bisa menyaksikan tampilan gambar.
        Secara teknis cara kerja televisi Hologram pada kamera stereoskopis akan merekam pantulan cahaya dari gambar dan selanjutnya memancarkan ke mata kanan dan kiri pemirsa di dua sudut berbeda. Sistem holografis akan menghasilkan pola lingkaran difraksi, yaitu pola terang dan gelap di sekitar objek. Pola difraksi yang bergerak-gerak ke arah berbeda akan menghasilkan gambar 3D yang nyata, sehingga kacamata 3D tak lagi dibutuhkan. Sistem ini disebut 3D Auto Stereoscopic.
        Teknik hologram nantinya selain untuk sebagai hiburan dalam tontonan juga bisa digunakan pada dunia game, presentasi dalam mempromosikan suatu hal dalam pemasaran atau kegiatan perusahaan lainnya.
        Kehadiran dari televisi hologram ini bisa menjawab kekurangan dari televisi 3D. Pada televisi 3D ini jika disaksikan dengan jangka waktu tertentu bisa menyebabkan mual, pusing, sakit mata, dan beresiko bagi wanita hamil. Sebab, televisi ini menggunakan lensa lentikular yang menyebabkan tampilan yang berbeda pada mata kanan dan kiri. Bukan tidak mungkin, dalam kurun waktu beberapa tahun kemudian orang-orang mulai meninggalkan TV plasma dan LCD TV menjadi TV Hologram 3D.

*catatan: maaf saya lupa tidak mencantumkan sumber. saca cari lagi tetapi belum ketemu. sesegera mungkin saya akan mencari dan mencantumkan sumber. apaila ada yg mengetahui sumber dari artikel diatas mohon bantuannya. terimakasih dan sekalilagi saya minta maaf. bukan bermaksud apa-apa:)                                 

Jumat, 11 November 2011

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan

Perkembangan TIK yang sangat pesat di berbagai belahan dunia juga berimbas kepada semakin canggih dan variatifnya bentuk-bentuk kerawanan terhadap kedaulatan NKRI. Untuk menghadapi dan mengantisipasi situasi dan kondisi tersebut diperlukan pembekalan pengetahuan TIK yang tinggi dan komprehensif bagi para penegak dan penjaga kedaulatan NKRI yakni para Perwira TNI dan POLRI di bidang TIK. Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (akan) menyelenggarakan Program Magister Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pertahanan Keamanan (TIK-Hankam, ICT for Defense and Security). Program Magister ini selain dapat menghasilkan lulusan yang menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi beserta penerapannya untuk Pertahanan dan Keamanan, diharapkan secara bertahap dapat mewujudkan suatu Sistem C4ISR (Command-Control-Communication-Computer-Intelligence-Surveillance and Reconnaissance) khas Indonesia sebagai pendukung Sistem Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia. Program Magister TIK-Hankam adalah salah satu Opsi pada Program Magister Teknologi Elektro dan Informatika, yang lebih bersifat penerapan keilmuan Teknik Elektro-Informatika untuk pengembangan Teknologi Elektro-Informatika.
Tujuan khusus:
  1. Menghasilkan lulusan berintegritas tinggi yang menguasai fundamental Teknologi Informasi dan Komunikasi dan kreatif menggunakan ilmunya untuk pengembangan sistem Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia.
  2. Mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung Sistem Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia.
  3. Menghasilkan inspirasi teknologi yang dapat dipergunakan untuk penyempurnaan konsep Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia.
Dari perspektif Pertahanan Keamanan, terdapat 5 (lima) inti bidang keilmuan dan teknologi Informasi dan Komunikasi, yaitu:
  1. Infrastruktur komunikasi dan Keamanan Informasi. Infrastruktur Komunikasi. Infrastruktur komunikasi memiliki peran sangat penting dalam siklus keputusan untuk Komando dan Kendali (K2). Dalam paradigma Network-Centric Warfare (NCW), infrastruktur komunikasi menghubungkan sensor-sensor (divais, sistem dan personil) yang digelar secara strategis guna mendukung kegiatan Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR) dalam pelaksanaan misi-misi pada masa damai maupun masa perang. Keamanan Informasi. Transmisi sinyal antar infrastruktur TIK dan sensor-sensor memiliki probabilitas tinggi untuk disadap, dibelokkan, diubah atau diganggu secara elektromagnetik. Informasi dalam pelaksanaan misi-misi operasi dalam bentuk apapun baik taktis maupun strategis harus memiliki perisai berlapis dan hal ini dapat dicapai dengan teknik-teknik pengamanan informasi yang handal dan anti-tembus.
  2. Sistem Sensor dan Wahana berbasis TIK. Sensor-sensor adalah ujung tombak dalam satu sistem Pertahanan Nasional berbasis TIK. Sensor-sensor ini digelar di berbagai lokasi strategis dalam bentuk wahana-wahana berawak maupun tak berawak di matra udara (Aerial Vehicle), matra darat (Ground Vehicle) dan matra laut (Sea/Submersible Vehicle). Beberapa di antara sensor-sensor tersebut dilengkapi dengan kemampuan Kecerdasan Tiruan (Artificial Intelligent) agar mampu melaksanakan misi di daerah rawan secara mandiri (self-governing).
  3. Pengolahan data, suara dan video. Data, video dan suara adalah sumber-sumber informasi yang dikumpulkan oleh sensor-sensor dalam aktifitas ISR-nya. Pengolahan dilakukan semenjak informasi diterima dari sensor-sensor hingga menjadi informasi komprehensif sebagai dasar bagi pengambilan keputusan untuk K2. Termasuk di dalamnya adalah metoda dan teknik fusi informasi untuk memperoleh information signature untuk memberikan alternatif keputusan yang akan diambil oleh pimpinan operasi atau Panglima TNI.
  4. Sistem operasi, latihan dan Manajemen. Sistem Operasi dan Latihan. Kesuksesan pelaksanaan misi operasi dalam rangkaPertahanan Nasional terkait erat dengan kekontinuitasan latihan guna mempertahankan dan meningkatkan keahlian serta kompetensi pribadi dan kelompok. Dalam penggelaran misi operasi, TIK memegang peranan sangat penting untuk dapat meminimalkan siklus keputusan Observe, Orient, Decide, and Act (OODA). Siklus keputusan minimal memberikan kemungkinan besar untuk dapat mereduksi kerugian personil, materiil dan juga anggaran. Siklus keputusan minimal dapat dilatih melalui infrastruktur latihan berbasis TIK. Manajemen. Dalam mengelola infrastruktur baik untuk operasional, latihan kering dan basah serta yang berkaitan dengan logistik diperlukan satu pola manajemen yang tepat dan cepat karena tidak hanya menyangkut personil namun juga materiil yang terdiri atas infrastruktur TIK dan sensor-sensor.
  5. Konsep Pertahanan dan Keamanan khas Indonesia berbasis TIK. Konsep Pertahanan dan Keamanan suatu negara sangat berkaitan dengan budaya bangsa dan lingkungan alamnya. Penggunaan teknologi , baik tradisional maupun modern, dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan merupakan pendukung untuk peningkatan kualitas sistem. Dengan demikian sistem Pertahanan Keamanan suatu negara tidak dapat ditiru oleh negara lain, namun dapat memberikan inspirasi. Konsep Perang Rakyat Semesta dan kemanunggalan rakyat dengan TNI-POLRI yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan dan keamanan dapat dikembangkan dengan dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi.